Pages

Senin, 12 Agustus 2013

Malam Minggu Miko: Webcam Bareng Disty

Telat. Bodo amat.
Belum nonton semua sih, tapi so far episode ini yang menurutku paling epic. Especially scene nya Ryan - Ge.

 


Ge: Lu berani ama gue? Lu BERANI ama gue? Lu nggak tau gua siapa? Lu tau nggak, bokap gua bintangnya apa?
Ryan: Apa? TAURUS??!!
Ge: Jenderal bintang tiga, bego!!


Sabtu, 10 Agustus 2013

#ngudut

Sebenarnya saya bukan orang yang keberatan dengan asap rokok. It's okay for me untuk hang out dalam waktu yang lama dengan para perokok. Kan, merokok itu kegiatan sadar yang jadi pilihan masing-masing orang. Resiko silakan dinikmati sendiri. Tapi...





Shalat Ied, salam, ganti posisi duduk, kemudian ngudut.
Ini apa-apaan...

Selain ini tempat ibadah, di tempat pelaksanaan Shalat Ied juga pasti banyak anak-anak, bahkan bayi. Entah kenapa kok ya orang-orang ini nggak kasihan sama jamaah yang lain, atau anak-anak dan bayi di sekitarnya. Khatib belum mulai khutbah aja asap rokok udah mengepul di beberapa spot barisan shaf.

#gagalpaham

ps: Sebenernya saya juga salah sih, bukannya dengerin khutbah malah motret yang beginian. Tapi ya, gimana. Gatel.

Selasa, 06 Agustus 2013

Ode untuk Ayah by Pandji Pragiwaksono

Tumben, karena saya bukan tipikal orang yang jadi pendengar setia lagu-lagu rap macam Jay Z, Wiz Khalifa, dkk. Kalaupun suka, yang nyangkut di hati pun biasanya cuma di bagian refrain lagu, di mana itu adalah bagian yang biasanya tidak dinyanyikan oleh si rapper yang bersangkutan. (Pengecualian untuk Gym Class Heroes dan Eminem).

But somehow I like this song. Bukan dari segi musik, tapi lebih ke liriknya. Eventhough dengan adanya Teddy Aditya juga menambah nilai plus di lagu ini.


Rabu, 13 Maret 2013

The A Team

The A Team by Ed Sheeran.
I've obsessed with this song, like, really. Beautiful music, awesome lyric, and a heartbreaking music video.

First time I heard this song, when I watched this talent show called X Factor.
Call me mainstream, but I do love how Mikha Angelo sang this song.
(A young man who had a good looking and a heartwarming low voice. He also play guitar. With all of those thing on one package, who doesn't love him?)
A couple hours after that show, I found the music video.
First impression: sad and depressing.

Ed Sheeran
The A Team lyrics

White lips, pale face
Breathing in snowflakes
Burnt lungs, sour taste
Light's gone, day's end
Struggling to pay rent
Long nights, strange men

And they say
She's in the Class A Team
Stuck in her daydream
Been this way since 18
But lately her face seems
Slowly sinking, wasting
Crumbling like pastries

And they scream
The worst things in life come free to us
Cos we're just under the upperhand
And go mad for a couple of grams
And she don't want to go outside tonight
And in a pipe she flies to the Motherland
Or sells love to another man
It's too cold outside
For angels to fly
Angels to fly!

Ripped gloves, raincoat
Tried to swim and stay afloat
Dry house, wet clothes
Loose change, bank notes
Weary-eyed, dry throat
Call girl, no phone

And they say
She's in the Class A Team
Stuck in her daydream
Been this way since 18
But lately her face seems
Slowly sinking, wasting
Crumbling like pastries

And they scream
The worst things in life come free to us
Cos we're just under the upperhand
And go mad for a couple of grams
But she don't want to go outside tonight
And in a pipe she flies to the Motherland
Or sells love to another man
It's too cold outside
For angels to fly
An angel will die
Covered in white
Closed eye
And hoping for a better life
This time, we'll fade out tonight
Straight down the line

And they say
She's in the Class A Team
Stuck in her daydream
Been this way since 18
But lately her face seems
Slowly sinking, wasting
Crumbling like pastries
They scream
The worst things in life come free to us
And we're all under the upperhand
Go mad for a couple of grams
And we don't want to go outside tonight
And in a pipe we fly to the Motherland
Or sell love to another man
It's too cold outside
For angels to fly
Angels to fly

Mikha Angelo's Performance at X Factor



Minggu, 10 Februari 2013

Crows Zero



CROWS ZERO
Directed by Takashi Miike
Produced by Mataichiro Yamamoto
Screenplay: Shogo Muto
Music by Naoki Otsubo
Cinematography : Takumi Furuya
Editing by Shuichi Kakesu, Tomoki Nagasaka
Release date: Japan : October 27, 2007
Running time : 129 min.
Country : Japan
Language : Japanese

Crows Zero (クローズZERO) atau Kurōzu Zero adalah sebuah film yang diadaptasi dari manga asal Jepang berjudul “Crows” karangan Hiroshi Takahashi. Film ini mengambil setting satu tahun sebelum setting waktu pada manga Crows tersebut dimulai. Menceritakan latar belakang karakter-karakter di Suzuran High School, sebuah sekolah dengan tingkat kekerasan paling parah di Jepang.

Suzuran High School
Terkenal dengan nama besar "The School of Crows," murid-murid sekolah ini memanggil dirinya sendiri dengan nama "crows" dan saling bertarung satu sama lain untuk berebut kekuasaan dan kekuatan. Genji Takiya (Shun Oguri), seorang anak bos yakuza yang menjadi murid pindahan kelas tiga berusaha mengambil alih SMA Suzuran demi membuktikan kepada ayahnya bahwa ia mampu menjadi pewaris organisasi yakuza yang dipimpin oleh ayahnya. Tantangan terbesar Genji dalam menaklukkan sekolah tersebut adalah mengalahkan Tamao Serizawa (Takayuki Yamada), pemimpin gank Serizawa's Army yang merupakan gank terbesar dan terkuat di SMA tersebut.

          Secara visual, suasana mencekam khas film Takeshi Miike yang aku tonton di film 13 Assasins sudah muncul sejak scene kedua. Yaitu, scene yang memunculkan SMA Suzuran untuk pertama kalinya. Kemudian audio, scene-scene pembuka yang diiringi lagu I Wanna Change yang dibawakan The Street Beats dengan nuansa J-Rock yang kental mampu menciptakan suasana liar street fighting dan membangun mood buat berantem. :D 

GPS vs The Front of Armament
        Technically, I’m not an expert about making a movie and stuffs. Tapi bahkan orang awam pun pasti akan menyadari cacat scene parah pada adegan Genji-Takeshi-Ken setelah group date. Scene terlihat dipotong secara kasar sehingga cukup mengganggu penonton. Ditambah jokes kemripik yang ditayangkan selama hampir dua menit, menjadikan scene ini scene terburuk sepanjang durasi film.


      
     Another disturbing things are the background musics. Somehow the volume goes up and down seenaknya sendiri. Angle yang digunakan juga terkadang nggak pas sehingga kita justru tidak bisa melihat akting pemeran, karena aktornya sendiri justru membelakangi kamera. Absurd. From storyline side, a tale about hot-blooded Juvennille who had a goal in his life, banyak.  Tapi film dengan puluhan fighting scenes yang menyodorkan anak-anak SMA tawuran dengan brutal dan berdarah-darah, ditambah side story seputar kehidupan para yakuza, mungkin baru dapat aku temukan di film ini.

Final fight Takiya Genji vs Tamao Serizawa

Keunggulan lain dari Crows Zero adalah banyaknya aktor papan atas Jepang  yang muncul dari range usia yang beragam. Mulai dari Goro Kishitani (Takiya Hideo), Takayuki Yamada (Tamao Serizawa), Sousuke Takaoka (Shun Izaki), Kenta Kiritani (Tokio Tatsukawa) dan Shun Oguri sendiri. Banyak partisipan Crows Zero yang sering muncul di list film-film dan drama di televisi Jepang. Actually, this is the first Japanese movie who made me fell in love with Sousuke Takaoka-san. Dan film ini juga yang menggeser statement acting “wagu” nya artis Jepang yang sudah lama kuyakini. No offense. 


Scene Stealer: Takayuki Yamada/Tamao Serizawa

Favourite Scene (s): Scene Tamao with motorbike, Scene Takiya Genji win class E

Worst Scene (s):  First fighting Genji vs Yakuza, Scene after group date

 

(c)2009 Live In A Toy. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger